0853 2073 1644, 0821 2864 9129
petaniporangsubang@gmail.com

Berita

Ketertarikan Dadi Sopian Terhadap Porang Kini Membuahkan Hasil

Ketertarikan Dadi Sopian Terhadap Porang Kini Membuahkan Hasil

Mengenal tanaman porang yang kaya manfaat dengan nilai ekspor tinggi. – Porang, tanaman umbi-umbian tengah populer dibicarakan masyarakat, lantaran kisah sukses petaninya. Petani porang di desa Kepel, Jawa Timur berhasil menjadi miliader karena bisnis ekspor porang. Apa sebenarnya tanaman porang ini adalah tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri.
Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, mie, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan “jelly” yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang. Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang, demikian dilansir laman resmi Kementerian Pertanian.
Porang adalah tanaman yang toleran dengan naungan hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Untuk bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung. Pertanian.go.id menulis, tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor. Catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya. Umbi porang saat ini masih banyak yang berasal dari hutan dan belum banyak dibudidayakan. .

Hal ini membuat Dadi  sopian salah satu warga Desa Bunihayu Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang tertarik membudidayakan pohon porang,”awalnya ya begitu kang kata masyarakat sini sih parab orai dipeulakan (Makanan ular ditanam) karena waktu itu belum banyak yang tau bahwa tanaman porang mempunyai daya jual untuk ekpor,kemudian muncul di TV dan medsos tentang Tanaman Porang akhirnya warga minta dibuatkan group WA tentang porang ini yang tadinya tidak banyak diketahui orang manfaatnya tapi sebenarnya merupakan komoditas unggulan  karena hampir seratus persen diekspor,”katanya
masih kata dadi alhamdulillah sekarang untuk tiap bulannya saya bisa mengirim ke pabrik sekitar 10 s/d 15 ton dan alhamdulillah selama lima tahun ini sekarang kelompok petani porang subang sudah membudidayakan porang seluas 22 hektar  porang biasa   tumbuh dibawah naungan pohon tapi tetap tumbu di tempat terbuka  ,”imbuhnya
saat mengunjungi dan bertemu dengan pembudidaya porang di  saat dikonfirmasi bahkan mengaku tidak tahu kalau hasil budi dayanya yang perhektar bisa menghasilkan sebanyak 15 ton porang selama ini menjadi komoditas ekspor.  untuk melakukan kajian khusus untuk meningkatkan budidaya porang sehingga berbagai permasalahan yang selama ini dialami petani bisa diatasi dengan baik,” ujarnya.
dan dadi Sopian pun berharap,” ini juga mengingatkan agar jangan sampai bibit tanaman porang bisa sampai lepas ke luar negeri. “Jangan sampai bibitnya ditanam di luar negeri dan malah negara lain yang berhasil mengembangkan budidaya porang,” Harapnya (Palguna).




Video Terkait:



+6285320731644 ( Dadi Sopian )
+6282128649129 ( Imam Malik )
+6287722000729 ( Aceng Rohmana )